malam yang sunyi dan hanya nyanyian dan sautan suara katak dan jankrik menemani perjalanan pulang seorang gadis bernama Nia. Dia nampak kebingungan dengan jalan yang ia lewati sepanjang jalan sepi tanpa lalu lalang orang seperti biasanya. Raut wajah bingung, takut dan gelisah di sepanjang perjalanan di jalan yang gelap dan hanya penerangan yang remang ia terus berjalan. Angin dingin membuat ia merinding, dan suara aneh yan seakan ia di ikuti orang dari belakang membuat ia semakin berhati-hati dalam melangkah. Langkahnya menjadi lebih cepat karna kecurigaan dan ketakutan yang ia alami. Jalan terasa lebih jauh dan panjang, bayangan orang dari belakang membuat Nia semakin berkeringat. Dalam hati ia berkata "kenapa jalannya gak abis-abis sih, kayaknya jalannya berbeda, aduh gimana nih kaya' ada yang ngikutin lagi".
Lankah Nia semakin berat serasa ia ingin berlari kencang, tapi gemetarnya kaki dan tangan membuat ia hanya berlari sebisanya. Sudah jauh ia berlari hingga ia melihat gerbang yang begitu besar, tapi itu terasa begitu jauh.
Akhirnya Nia sampai di depan gerbang dan ia segera masuk hingga ia menemukan kerumunan orang yang sejak memapakkan dagangan mereka. Para pedagang "ya sayur..sayur..". Semua nampak berjualan sayur. Nia bingung apa yang dia lihat nyata ataukah hanya sekedar halusinasinya dia. Dengan wajah bingung Nia sedikit merasa lebih lega karna ia tak di ikuti seseorang lagi.
Tak lama kemudian ia menyadari "sepertinya aku tersesat, ini bukan jalan menuju rumahku". Nia adalah penduduk baru di desa Aliurung. Namun ketika ia bertanya kepada salah satu penjual sayur "ini dimana ya bu, saya ada di daerah apa, desa apa? Sang penjual menyauti "oh ini desa Kaliorung nak". Nia langsung kebingungan karna ia merasa masuk ke jalan yang benar seperti jalan yang ia ambil bersama keluarganya saat pindahan rumah.
Pagi menjelang Nia meninggalkan kerumunan orang yang menjajakkan dagangan sayur itu dan ia menemukan jalan yang bersebrangan dengan sungai besar dan anyak orang yang memancing disana. Ia semakin bingung dengan desa ini. Saat ia melihat-lihat sungai ini tiba-tiba Nia merasa ada seseorang yang mengikuti dia lagi, entah mengapa ia merasa takut dan keringat dingin. Nia berjalan sedikit kencang, namun ia menabrak seseorang. Dan ternyata ia seorang laki-laki.
"maaf..maaf" kata si lelaki yang menabrak.
"oh gak papa, saya yang salah, maafkan saya" Nia dengan wajahnya yang terlihat gugup dan takut.
"kamu terlihat bukan orang sini, kamu tersesat ya? saya Adi, kamu mau kemana? kalo kamu mau mari ikut saya istirahat sebentar di rumah saya, mungkin ibu saya bisa membantu kamu.
Entah mengapa dengan rasa bingung Nia mengikuti Adi yang rumahnya hanya menyebrang sungai dimana mereka bertabrakan. Sesosok perempuan yang memegang tampah dan berisi beras yang di ayunkan ke atas dan bayah terlihat. Adi memperkenalkan Nia ke ibunya.
to be continew.............