Laman

Jumat, 15 Maret 2013

Kisah Kita dalam Genggaman


       Tawa dan canda yang masih murni terhias dari wajah-wajah mungil dan polos. Keceriaan yang di warnai dengan tangisan manja yang masih tersimpan dalam memori masa lalu. Kenakalan-kenakalan yang unik kerap menjadi pemanis kenangan kisah hidup semua insan. Hal yang begitu berkesan berasal dari hal yang menyebalkan kerap terjadi. Bulan tetap tersenyum indah di temani bintang yang kerlap-kerlip. gambaran masa lalu yang menyentil mengundang sebuah tawa penuh arti. Tangan yang saling menggenggam menggambarkan kuatnya harapan dan impian para pemimpi ini. Petarung dalam ujian yang akan di jadikan tantangan kan di hadapi. Semangat para pemimpi manusiawi luntur karena keadaan, dan bangkit pula karena kekuatan hati. 
       Sumpah kebersamaan terjalin tanpa sebuah ucapan, namun bukti nyata dalam pelukan. Waktu yang sejenak memisahkan raga tak sanggup memisahkan kasih dan rasa sayang yang masih terkunci. Sang pemimpi terus berjalan dengan tujuan satu, kebahagiaan dalam kebersamaan. Sahabatlah yang menjawab, dan cintalah yang mempersatukan.
       Kisah terus berjalan, kisah terus terukir. Kita bersama mentari, bulan dan bintang kan terus menulis dalam dunia dan mengukir senyuman dalam satu genggaman. Tak mudah, tapi justru itulah yang akan membuat kita semakin kuat. Dan arti ini akan semakin berharga untuk di kenang dan terbaik untuk di jalankan. Aku, kamu, dia, dan KITA pasti bisa saling berpelukan memperlihatkan senyuman yang bersinar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar