ISENK.............
Selasa, 24 Desember 2013
MU'ALAF
Tak pernah aku sangka sebelumnya tak pernah percaya
sebelumnya jika ini terjadi. Itu kata yang dikatakan seorang wanita bernama
hasty. Ia adalah mahasiswa jurusan psikologi yang ingin menjadi psikolog dan mencari
tahu lebih banyak tentang islam di kalangan masyarakat yang islam di
universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Sebelumnya ia adalah siswa SMA, dia adalah seorang
katolik yang baik. Dia melakukan aktivitas seperti layaknya seorang katolik.
Gadis manis yang berambut panjang ini adalah gadis yang ramah nan kalem. Dia
adalah anak ke 2 dari dua bersaudara. Ia mempunyai kakak laki-laki yang bernama
Kris, dia adalah mahasiswa universitas swasta semester 3. Dia mempunyai kekasih
bernama nia yang bergama islam.
Hasty adalah adik yang sangat dekat dengan saudara
laki-lakinya, banyak hal yang sering ia syaringkan dengan kakaknya itu. Tentang
pelajaran yang ia tak mengerti, tentang musik, tentang buku, dll. Saking
dekatnya mereka sering curhat tentang apapun termasuk soal teman dekat atau
tambatan hati masing-masing.
Saat kakaknya bercerita tentang kekasih sang kakak, sang
kakak sangat mengagumi sosok perempuan yang bernama Nia. Dia berkerudung,
berkepribadian baik, cerdas, dan ramah. Dia gadis yang sempurna bagi Kris kakak
Hasty. Saking kagumnya dengan kepribadiannya yang baik hingga tertarik dengan
keyakinan yang di anut sang perempuan berkerudung tersebut. Nia banyak cerita
tentang Islam dan sejarah Islam. Kris sangat tertarik dengan islam setelah ia
mengetahui tentang islam dari sang kekasih. Akhirnya ia memutuskan menjadi
mu’alaf. Hal itu yang di ceritakan pada sang adik yakni hasty. Hasty bertanya
pada sang kakak “bagaimana bisa kamu masuk islam, apa alasanmu?” tanya hasty
pada sang kakak.
Sang kakak bercerita sebuah kisah tentang istri
Rasulullah yakni Aisyah. Sang kakak bercerita dengan lengkapnya, hingga hasty
menjatuhkan air mata yang tidak ia sadari mengapa ia menangis. Ia berpikir
begitu luar biasanya. Hingga akhirnya ia bertanya lebih banyak tentang kisah-kisah
islam pada kakaknya. Hingga sampai akhirnya ia memutuskan masuk islam saat ia
sudah lulus Sekolah Menengah Atas.
Hasty tak tahu banyak tentang islam, ia hanya tahu bahwa
ia masuk islam dan belajar bagaimana sholat. Namun kalung salib masih ia
kenakan di lehernya. Ia masih sering berucap “puji Tuhan Yesus”. Dia tak
mengerti seharusnya itu tak di ucapkan.
Saat ia masuk kuliah, dia mengenal banyak teman yang
beragama islam, hingga yang sama-sama mu’alaf. Pada suatu malam hari ke 7 ia
menjadi mahasiswa tanpa disadari terjadi obrolan antar mu’alaf yakni Hasty dan
Dody. Dody mu’alaf lebih dulu dari Hasty yang baru beberapa bulan. Dody
menjelaskan banyak hal bahwa agama kristen itu salah, dan agama yang benar
adalah benar. Ia menjelaskan bahwa injil yang selama di baca terdapat banyak
kesalahan. Hingga akhirnya Hasty menyauti apa yang dijelaskan oleh dody.
Hasty banyak disindir teman-temannya bahwa ia berislam
belum benar-benar. Karna ia masih menggunakan kalung salib dan ia masih belum
berkerudung. Ya meski niat sang teman-teman agar ia bisa berkerudung.
Hasty merasa sedih, karna menurut hasty itu merupakan
proses. Dan sedikit demi sedikit, dan seiring berjalannya waktu, banyak
teman-temannya yang mendukung dia. Hasty juga sering bertanya-tanya tentang
proses bagaimana berislam dan menyampaikan keinginannya untuk berhijab. Dia
mulai bergabung dengan organisasi islam, dan terus mendapat banyak dukungan
pada akhirnya ia memutuskan memakai hijab.
Banyak hal yang bisa terjadi jika kita mau. Keajaiban
datang tanpa kita sadari kapan, dimana keajaiban datang dan terjadi. Kemauan
yang kuat akan membawa kita pada kemudahan. Akan banyak orang yang berada
disamping kita untuk menggenggam tangan kita bersama-sama menuju kebaikan.
DONGENG TENTUKAN MASA DEPAN BANGSA..???
Inget gak sih sama dongeng-dongeng masa kecil dulu?
Dongeng yang sering kita denger saat kita tidur dan saat di sekolah. Beberapa dongeng yang ngehitz banges saat gue kecil sih ‘Si Kancil Mencuri Ketimun’ sama ‘Bawang Putih Bawang Merah’. Itu ngehitz banget, dan bapak gue sering dongengin itu pas gue kaga’ bisa tidur. Jadi sering banget gue denger kedua dongeng diatas sebagai pengantar gue tidur.
Tapi loe tau gak sih?
Kalau dua dongeng itu mencerminkan bangsa kita sekarang. Dongeng tersebut yaitu tokoh utamanya si kancil, si pencuri mentimun yang cerdik juga licik. Dan hal yang kelihatan gak ngedidik banget yaitu meskipun ia mencuri ia tetep lolos dan gak dapet hukuman. Dan si bawang merah dan bawah putih cerita tentang sadisme saudara. Hhmmmmz patut kita perbaiki nih dongeng-dongeng legendaris di indonesia yang gak didik ini. Sekarang kita liat aja banyak anak Indonesia yang mentalnya bukan mental pejuang. Banyak banget anak-anak muda yang habisin waktunya Cuma buat nongkrong-nongrong hanya sekedar ngopi dan ngerokok doang.
Atau kita bisa liat sekarang banyak banget pencuri di negara ini. gak hanya dijalanan tapi di kursi pemerintahan juga.
Dan Loe Tau Gak sih?
Kalau dongeng itu bisa menentukan maju enggaknya suatu negara. Bukan sok tau sih tapi ini juga riset penelitian dari Dr David Mclellan. Ini tentang Riset yang didanai Central Intelligence Agency (CIA) tentang maju dan mundurnya suatu bangsa itu tergantung bagaimana dongeng-dongennya. Mengambil sampel negara Inggris dan negara Spanyol. Kedua negara tersebut, pada abad ke-19 relatif bernasib sama. Namun, dua dekade kemudian, Inggris berhasil menyalip Spanyol. Kesimpulannya sangat sederhana: Inggris maju karena dongeng. Saat itu, di Inggris dongeng yang berkembang adalah penjelajahan samudera dan penakluk benua. Beda dengan Spanyol yang berkisar tentang kisah Timur Tengah yang buruk seperti Aladin, Jin Botol, Sajadah Terbang, dan Lampu Ajaib. (ngutip dari majalah Hidayatullah hal6ed.III)
Tugas kita kawan sebagai generasi muda.Kayaknya kalau kita jadi orang tua dongeng itu gak perlu kita kasih ke anak-anak kita. Dan kita harus selektif banget memilih dongeng untuk adek-adek kita atau anak cucu kita nanti. Sorry sok tua, tapi pencegahan dini itu baik, karna edukasi yang baik menentukan masa depan anak didik yang baik pula. ^_________^
Langganan:
Komentar (Atom)


