Tak pernah aku sangka sebelumnya tak pernah percaya
sebelumnya jika ini terjadi. Itu kata yang dikatakan seorang wanita bernama
hasty. Ia adalah mahasiswa jurusan psikologi yang ingin menjadi psikolog dan mencari
tahu lebih banyak tentang islam di kalangan masyarakat yang islam di
universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Sebelumnya ia adalah siswa SMA, dia adalah seorang
katolik yang baik. Dia melakukan aktivitas seperti layaknya seorang katolik.
Gadis manis yang berambut panjang ini adalah gadis yang ramah nan kalem. Dia
adalah anak ke 2 dari dua bersaudara. Ia mempunyai kakak laki-laki yang bernama
Kris, dia adalah mahasiswa universitas swasta semester 3. Dia mempunyai kekasih
bernama nia yang bergama islam.
Hasty adalah adik yang sangat dekat dengan saudara
laki-lakinya, banyak hal yang sering ia syaringkan dengan kakaknya itu. Tentang
pelajaran yang ia tak mengerti, tentang musik, tentang buku, dll. Saking
dekatnya mereka sering curhat tentang apapun termasuk soal teman dekat atau
tambatan hati masing-masing.
Saat kakaknya bercerita tentang kekasih sang kakak, sang
kakak sangat mengagumi sosok perempuan yang bernama Nia. Dia berkerudung,
berkepribadian baik, cerdas, dan ramah. Dia gadis yang sempurna bagi Kris kakak
Hasty. Saking kagumnya dengan kepribadiannya yang baik hingga tertarik dengan
keyakinan yang di anut sang perempuan berkerudung tersebut. Nia banyak cerita
tentang Islam dan sejarah Islam. Kris sangat tertarik dengan islam setelah ia
mengetahui tentang islam dari sang kekasih. Akhirnya ia memutuskan menjadi
mu’alaf. Hal itu yang di ceritakan pada sang adik yakni hasty. Hasty bertanya
pada sang kakak “bagaimana bisa kamu masuk islam, apa alasanmu?” tanya hasty
pada sang kakak.
Sang kakak bercerita sebuah kisah tentang istri
Rasulullah yakni Aisyah. Sang kakak bercerita dengan lengkapnya, hingga hasty
menjatuhkan air mata yang tidak ia sadari mengapa ia menangis. Ia berpikir
begitu luar biasanya. Hingga akhirnya ia bertanya lebih banyak tentang kisah-kisah
islam pada kakaknya. Hingga sampai akhirnya ia memutuskan masuk islam saat ia
sudah lulus Sekolah Menengah Atas.
Hasty tak tahu banyak tentang islam, ia hanya tahu bahwa
ia masuk islam dan belajar bagaimana sholat. Namun kalung salib masih ia
kenakan di lehernya. Ia masih sering berucap “puji Tuhan Yesus”. Dia tak
mengerti seharusnya itu tak di ucapkan.
Saat ia masuk kuliah, dia mengenal banyak teman yang
beragama islam, hingga yang sama-sama mu’alaf. Pada suatu malam hari ke 7 ia
menjadi mahasiswa tanpa disadari terjadi obrolan antar mu’alaf yakni Hasty dan
Dody. Dody mu’alaf lebih dulu dari Hasty yang baru beberapa bulan. Dody
menjelaskan banyak hal bahwa agama kristen itu salah, dan agama yang benar
adalah benar. Ia menjelaskan bahwa injil yang selama di baca terdapat banyak
kesalahan. Hingga akhirnya Hasty menyauti apa yang dijelaskan oleh dody.
Hasty banyak disindir teman-temannya bahwa ia berislam
belum benar-benar. Karna ia masih menggunakan kalung salib dan ia masih belum
berkerudung. Ya meski niat sang teman-teman agar ia bisa berkerudung.
Hasty merasa sedih, karna menurut hasty itu merupakan
proses. Dan sedikit demi sedikit, dan seiring berjalannya waktu, banyak
teman-temannya yang mendukung dia. Hasty juga sering bertanya-tanya tentang
proses bagaimana berislam dan menyampaikan keinginannya untuk berhijab. Dia
mulai bergabung dengan organisasi islam, dan terus mendapat banyak dukungan
pada akhirnya ia memutuskan memakai hijab.
Banyak hal yang bisa terjadi jika kita mau. Keajaiban
datang tanpa kita sadari kapan, dimana keajaiban datang dan terjadi. Kemauan
yang kuat akan membawa kita pada kemudahan. Akan banyak orang yang berada
disamping kita untuk menggenggam tangan kita bersama-sama menuju kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar